Kondisi ekonomi dunia saat ini dalam kondisi yang tidak menentu. Ancaman resesi sepertinya akan segera terjadi baik cepat maupun lambat. Harga saham, minyak mentah, dan emas sudah mulai turun secara signifikan. Walaupun beberapa ekonom memprediksi Indonesia relatif aman terhadap resesi dunia pada tahun ini, namun beberapa indikasi resesi dapat kita rasakan seperti naiknya suku bunga Bank Indonesia,dan rencana kenaikan harga BBM. Tidak menutup kemungkinan, dampak resesi global akan kita rasakan pada tahun 2023.
Para pebisnis perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi tersebut. Jika resesi benar-benar terjadi maka kinerja bisnis akan terdampak dan mempengaruhi pertumbuhan yang telah direncanakan. CEO perlu mengembangkan strategi yang tepat agar kesuksesan bisnis bisa terus dipertahankan. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memahami kondisi perusahaan saat ini menggunakan indikator yang reliabel pada askpe keuangan, pelanggan, proses internal, serta leaning & growth. Setelah memahami kondisi usaha saat ini, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengembangkan formula strategi yang tepat. Jika mengalami kebingungan untuk mengembangkan formulasi strategi karena memang situasi lingkungan bisnis sangat VUCA, maka kita bisa mencari referensi mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain dalam mempertahankan kesuksesannya.
Studi selama lima tahun yang dilakukan oleh Willam Joyce, Nitin Nohria, dan Bruce Robeson terhadap 160 perusahaan yang merepresentasikan 40 industri yang berbeda, mengungkap bahwa ada hubungan langsung antara tingginya kinerja Keuangan dengan enam praktek bisnis utama. Terdiri dari empat praktik bisnis utama dan dua praktik tambahan. Mereka menyebutnya formula 4 + 2 untuk mempertahankan kesuksesan bisnis.
Apakah formula 4 + 2 itu?
Formula 4+2 merupakan praktek bisnis yang terdiri dari empat strategi kunci dan dua strategi tambahan yang selalu dilakukan oleh perusahaan sukses, pada berbagai ukuran usaha dan sektor industrinya.
- Stay clear on strategy. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pengusaha adalah kemampuan untuk merancang dan mengimplementasikan secara konsisten, strategi yang fokus pada pencapaian sasaran bisnis serta dinyatakan secara jelas. Strategi yang fokus pada pencapaian sasaran bisnis akan mengkonsolidasi dan menggerakkan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai sasaran yang diharapkan. Pernyataan yang jelas mengenai strategi yang dilakukan akan memudahkan karyawan untuk memahami dan mendukung implementasi strategi tersebut.
- Maintain flawless operational execution. Perusahaan yang sukses senantiasa mempertahankan proses operasi yang menyebabkan produktivitas mereka naik dua kali lipat dibandingkan industri. Selain itu perusahaan juga melakukan evaluasi dan pembenahan proses operasi yang dipandang tidak mampu memberikan kontribus yang signifikan. Mereka tidak berusaha untuk mengalahkan kompetitor, namun menggunakan energi mereka untuk fokus mengembangkan kompetensi inti mereka. Contohnya Wal-Mart, mereka menggunakan keahlian mereka mengembangkan teknologi informasi untuk meningkatkan kehadalan dalam mengelola persediaan.
- Build a performance-driven culture. Perusahaan yang memiliki kinerja tinggi selalu mendorong konstribusi individu dan tim dan memastikan semuanya bertanggungjawab terhadap hasil. Seperti yang dilakukan oleh Home Depot, yang memberikan sense of ownership terhadap toko mereka kepada karyawan melalui manajemen kinerja yang terukur dan objektif.
- Maintain a fast, flexible structure. Perusahaan yang berhasil mempertahankan kesuksesan selalui menghindari terjadinya birokratisasi, menyederhanakan proses bisnis dan layer struktur organisasi yang tidak penting, serta memangkas prosedur/aturan yang berlebihan dan tidak memberikan nilai tambah. Perusahaan juga meniadakan sekat yang membatasi komunikasi dan kolaborasi.
Selain empat hal tersebut, para peneliti juga menemukan dua dari empat praktek bisnis yang selalu dijalankan oleh perusahaan yang sukses, yaitu talent management, kepemimpinan dan tata kelola yang baik, inovasi, dan merger/partnerships.
Apakah formula ini bekerja dengan baik?
Berdasarkan studi, investor perusahaan yang menerapkan formula 4+2 melihat bahwa investasi mereka tumbuh berlipat-lipat dengan total akumulasi mencapai 945% dalam kurun waktu 10 tahun. Sedangkan perusahaan yang tidak menerapkan formua tersebut Hanya menikmati 62% dalam periode yang sama. Temuan lain dalam studi tersebut nyatakan bahwa perusahaan yang konsisten melaksanakan formula 4+2 tersebut memiliki kesempatan sebensar 90% untuk terus mempertahankan kesuksesannya di masa yang akan datang.
Referensi: What Really Works: The 4 + 2 Formula for Sustained Business Success, William Joyce, Nitin Nohria, dan Bruce Roberson, 2003, diterbitkan oleh Harper Business.

